KEPUTUSAN INVESTASI (INVESTMENT DECISION)
Segala keputusan manajerial yang dilakukan untuk mengalokasikan dana pada
berbagai macam aktiva. Boleh juga dikatakan bahwa keputusan investasi adalah
keputusan bisnis, di luar keputusan keuangan. Keputusan itu tercermin pada sisi
kiri neraca, yang mengungkapkan berapa besar aktiva lancar, aktiva tetap, dan
aktiva lainnya yang dimilikiperusahaan.
Contoh keputusan investasi adalah menentukan apakah aktiva tetap yang sekarang
dimiliki sebaiknya diganti dengan aktiva tetap baru; apakah pembangunan gedung
baru sudah layak dijalankan.
Perencanaan terhadapkeputusan investasi sangat
penting karena beberapa hal sebagai berikut:
Dana yang dikeluarkan untuk
investasi jumlahnya besar, dan dana tersebut tidak bisa diperoleh kembali dalam
jangka pendek atau diperoleh sekaligus.
Dana yang dikeluarkan akan terikat
dalam jangka panjang, sehingga perusahaan harus menunggu untuk memperoleh
kembalinya dana yang sudah diinvestasikan. Dengan demikian akan mempengaruhi
penyediaan dana untuk keperluan lain.
Keputusan investasi menyangkaut
harapan terhadap hasil keuntungan di masa yang akan dating. Kesalahan dalam
mengadakan peramalan akan dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.
Keputusan investasi berjangka
panjang, sehingga kesalahan dalam pengambilan keputusan akan mempunyai akibat
yang panjang dan berat, serta kesalahan dalam keputusan ini tidak dapat
diperbaiki tanpa adanya kerugian yang besar. ALIRAN KAS (CAHFLOW) Keputusan
investasi yang dilakukan oleh perusahaan mengharapkan akan bisa ditutup oleh
penerimaan-penerimaan dimasa yang akan datang. Dimana penerimaan tersebut
berasal dari proyeksi keuntungan yang diperoleh atas investasi yang
bersangkutan.
Keuntungan ini bisa dalam dua
pengertian:
Laba Akuntansi yaitu laba yang
terdapat dalam laporan keuangan yang disusun oleh bagian akuntansi yakni cukup
dilihat dari laba pada laporan Rugi-Laba.
Laba Tunai yaitu laba berupa aliran
kas atau cashflow. PENGGOLONGAN CASHFLOW Cashflow dikelompokkan dalam 3 macam
aliran kas:
Inicial Cashflow adalah aliran kas
yang berhubungan dengan pengeluaran-pengeluaran kas untuk keperluan investasi,
seperti pengeluaran kas untuk pembelian tanah,pembangunan pabrik, pembelian
mesin, pengeluaran kas lain dalam rangka mendapatkan aktiva tetap.
cashflow adalah kebutuhan dana yang
akan digunakan untuk modalkerja. Inicial cashflow biasanya dikeluarkan pada
saat awal pendirianstatu proyek investasi.
Operacional Cashflow merupakan
aliran kas yang akan dipergunakan untuk menutupinvestasi. Operational cashflow
biasanya diterima setiap tahun selamausia investasi, dan berupa aliran kas
bersih. Operasional cashflowdiperoleh dapat dihitung dengan menambahkan laba
akuntansi(EAT)dengan penyusustan.Permasalahan operasional cashflow ini muncul
bila dalam keputusaninvestasi sumber dana yang dipergunakan berasal dari
hutang, yangmengakibatkan laba setelah pajak berbeda, dan tentunya
akanmengakibatkan cashflownya menjadi berbeda antara bila dibelanjaidengan
modal sendiri dan dibelanjai dengan hutang. Sehingga suatuproyek akan kelihatan
lebih baik dibiayai dengan modal sendiri sebabakan menghasilkan cashflow yang
lebih besar. Padahal satu proyekhanya mempunyai kesimpulan yaitu layak apa
tidak layak, tidak peduliapakah proyek itu dibiayai dengan modal sendiri atau
modal asing. Oleh karena itu dalam menaksir operasiona cashflow tidak
bolehmencampuradukkan keputusan pembiayaan dengan keputusan investasi. Sehingga
untuk menaksir aliran kas operasi bila sebagian atauseluruhnya dibelanjai
dengan modal asing adalah :
Cashflow= Laba Setelah
Pajak+Penyusutan+Bunga(1-pajak)3)
Terminal cashflow merupakan aliran
kas yang diterima sebagai akibat habisnya umurekonomis suatu proyek. seperti
niali residu dan modal kerja yangdigunakan)
METODE PENILAIAN INVESTASI
Ada beberapa alat analisa dalam
menilai keputusan investasi Yaitu:
Metode Accounting Rate of Return
Metode Payback Periode
Metode Net Present Value
Metode Internal Rate of Return
Metode Profitability Index :
Metode Accounting Rate of Return
adalah metode penilaian investasi yang mengukur seberapa besar tingkat
keuntungan dari investasi. Metode ini menggunakan dasar laba akuntansi,
sehingga angka yang digunakan adalah laba setelah pajak(EAT) yang dibandingkan
dengan rata-rata investasi. Rata-rata EAT ARR = Rata-rata Investasi . untuk
menghitung rata-rata EAT dengan cara menjumlahkan EATselama umur investasi
dibagi dengan umur investasi. sedangkan untukmenghitung rata-rata investasi
hádala investasi dengan nilai residudibagi
Metode Payback Periodehádala metode
yang mengukur lamanya dana investasi yang ditanamkankembali seperti
semula.(statu periode yang diperlukan untuk menutupkembali pengeluaran
investasi dengan menggunakan aliran kas yangditerima) Investasi Payback Periode
= x 1Th Cashflow
Metode Net Present ValueSalah satu
metode untuk menilai investasi yang memperhatikan timevalue of money adalah net
present value. NPV adalah selisih antaranilai sekarang dari cashflow dengan
nilai sekarang dari investasi.Untuk menghitung NPV, pertama menghitung present
value daripenerimaan atau cashflow dengan discount rate tertentu,
kemudiandibandingkan dengan present value dari investasi. Jika selisih antara
PVdari cashflow lebih besar berarti terdapat NPV positif, artinya
proyekinvestasi adalah layak. dan sebaliknya.
Metode Internal Rate of ReturnJika
pada NPV mencari nilai sekarang bersih dengan tingkat discountrate tertentu,
maka metode IRR mencari discount rate yang dapatmenyamakan antara present value
dari aliran kas dengan present valuedari investasi. atau IRR adalah tingkat
discount rate yang dapatmenyamakan PV of cashflow dengan PV of investment.
Sehingga untumencari besar IRR diperlukan data NPV yang mempunyai dua
kutubpositif dan negative. dan selanjutnya dilakukan interpolasi. NPVrr IRR =
rr + x (rt –rr) TPVrr - TPVrtDimana:rr = tingkat discount rate(r) lebih
rendahrt = tingkat discount rate(r) lebih tinggiTPV = Total Present ValueNPV =
Net Present Value
Metode Profitability Indexmetode ini
membandingkan antara present value dari penerimaandengan present value dari
investasi. Jika PI lebih besar dari 1, maka proyek dikatakan layak untuk
dijalankan.
SUMBER-SUMBER DANA PERUSAHAAN
Sumber Dana Menurut Asalnya
1. Sumber Intern
umber dana ditinjau dari asalnya pada dasarnya dibedakan menjadi sumber
intern (internal sources) dan sumber extern (external sources).
Dana yang berasal dari dari sumber intern adalah dana atau modal yang dibentuk
atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan seperti laba ditahan (retained
earning) dan penyusutan (depreciation). Ditinjau dari penggunaan
atau bekerjanya kedua dana tersebut di dalam perusahaan tidak ada bedanya.
Besarnya laba ditahan/cadangan dipengaruhi oleh besarnya laba yang
diperoleh selama periode tertentu,dividend policy dan plowing
back policy yang dijalankan oleh perusahaan. Meskipun jumlah laba yang
diperoleh selama periode tertentu besar, tetapi oleh karena perusahaan mengambil
kebijakan bahwa sebagian besar dari laba tersebut dibagikan sebagai deviden,
maka bagian laba yang ditahan akan kecil jumlahnya, dan sebaliknya laba ditahan
akan cenderung besar kalau perusahaan mengambil kebijakan penanaman kembali
dalam perusahaan yang besar.
Sumber intern selain berasal dari laba ditahan/cadangan juga berasal dari
depresiasi. Besarnya depresiasi setiap tahunnya tergantung pada metode
depresiasi yang digunakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Sementara sebelum
depresiasi tersebut digunakan untuk mengganti aktiva tetap yang akan diganti,
dapat digunakan untuk membelanjai perusahaan meskipun waktunya terbatas sampai
saat penggantian tersebut. Selama waktu itu depresiasi merupakan sumber dana
atau modal di dalam perusahaannya sendiri.
2. Sumber ekstern
Sumber extern (external sources) adalah sumber yang berasal dari luar
perusahaan, Dana yang berasal dari sumber ekstern adalah dana yang berasal dari
para kreditur dan pemilik, peserta atau pengambil bagian di dalam perusahaan.
Dana atau modal yang berasal dari para kreditur adalah merupakan hutang bagi
perusahaan yang bersangkutan dan modal yang berasal dari kreditur tersebut
ialah apa yang disebut modal asing. Metode pembelanjaan dengan menggunakan
modal asing disebut pembelanjaan asing atau pembelanjaan dengan hutang (debt
financing).
Dana atau modal yang berasal dari pemilik, peserta atau pengambil bagian di
dalam perusahaan adalah merupakam dana yang akan tetap ditanamkan dalam
perusahaan yang bersangkutan, dan dana ini dalam perusahaan tersebut akan
menjadi modal sendiri. Metode pembelanjaan dengan menggunakan dana yang berasal
dari pemilik atau calon pemilik tersebut disebut pembelanjaan sendiri (equity
financing). Dengan demikian maka dana yang berasal dari sumber ekstern
adalah terdiri dari modal asing dan modal sendiri.
Pada dasarnya pihak-pihak pemberi dana atau modal ekstern yang utama dapat
digolongkan dalam 3 golongan yaitu :
1) supplier
2) Bank dan
3) pasar modal.
Supplier memberikan dana kepada suatu
perusahaan di dalam bentuk penjualan barang secara kredit, baik untuk jangka
pendek (kurang dari 1 tahun), maupun untuk jangka menengah (lebih dari 1 tahun
dan kurang dari 10 tahun).
Bank adalah lembaga kredit yang
mempunyai tugas utama memberikan kredit di samping pemberian jasa-jasa lain di
bidang keuangan. Pemberian kredit oleh bank bisa jangka pendek (kurang dari 1
tahun), jangka panjang ( lebih dari 1 tahun dan kurang dari 10 tahun), dan
jangka panjang (lebih dari 10 tahun)
Pasar Modal (capital market), adalah
merupakan sumber dana ektern bagi suatu perusahaan, dimana pasar modal
didefiisikan adalah suatu pengertian abstrak yang mempertemukan dua kelompok
yang saling berhadapan tetapi yang kepentingannya saling mengisi, yaitu alon
pemodal (investor) disatu pihak dan emiten yang membutuhkan dana jangka
menengah atau jangka panjang dilain pihak, atau dengan kata lain adalah tempat
(dalam artian abstrak) bertemunya penawaran dan permintaan dana jangka menengah
atau jangka panjang. Dimaksudkan dengan pemodal adalah perorangan atau lembaga
yang menanamkan dananya dalam efek, sedangkan emiten adalah perusahaan yang
menerbitkan efek untuk ditawarkan kepada masyarakat.
Fungsi dari pasar modal adalah mengalokasikan secara efisien arus dana dari
unit ekonomi yang mempunyai surlus tabungan (saving surplus unit) kepada
unit ekonomi yang mempunyai defisit tabungan (saving deficit unit).
Dalam pasar modal dibedakan antara pasar perdana dan pasar sekunder.
Dimaksudkan dengan pasar perdana adalah pasar bagi efek yang pertama kali
diterbitkan dan ditawarkan dalam pasar modal, sedangkan pasar sekunder adalah
pasar bagi efek yang sudah ada dan sudah diperdagangkan dalam bursa efek.
Definisi resmi menurut Keputusan menteri Keuangan RI tentang Emisi Efek melalui
bursa menyatakan bahwa Pasar Perdana adalah penawaran penawaran efek emiten
kepada pemodal selama masa tertentu sebelum efek tersebut dicatatkan di bursa,
sedangkan pasar sekunder adalah perdagangan saham setelah melewati masa
penawaran pada Pasar Perdana. Dengan demikian maka pasar moda dalam bentuk
kongkritnya ialah bursa efek
Dalam bursa efek, pemodal besar dan kecil, baik perorangan maupun
lembaga-lembaga seperti dana pensiun, perusahaan asuuransi ataupun
perusahaan-perusahaan lainnya dapat membeli dan menjual saham atau efek-efek
lainnya. Harga dari saham dan efek-efek lain berubah-ubah sesuai dengan dengan
perubahan keseimbangan antara penawaran dan permintaan terhadap efek yang
bersangkutan. Harga dari efek-efek sebenarnya juga merupakan barometer dari
pandangan mereka mengenai masa depan industri dan ekonomi pada umumnya. Pasar
modal merupakan sumber utama bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan dana
dalam jumlah yang besar dan akan terikat untuk jangka waktu yang panjang.
Bagi emiten dana yang diperoleh dari penerbitan atau emisi saham merupakan
sumber dana yang akan tertanam dalam perusahaan untuk jangka waktu yang tidak
tertentu waktunya sehingga merupakan sumber dana permanen, meskipun bagi
pemodal investasi dalam saham tersebut dapat merupakan investasi sementara
karena saham tersebut dijual sewaktu-waktu pada saat mereka membutuhkan dana.
Sumber Dana Menurut Jangka Waktunya
1. Sumber Dana Jangka Pendek
Sumber dana pendek merupakan sumber dana yang tertanam di dalam perusahaan
maksimum satu tahun. Ada beberapa jenis sumber dana jangka pendek yang sering dipergunakan
oleh perusahaan seperti :accrual account, hutang dagang,
hutang bank, commercial paper, factoring, dan
lain-lainnya.
Accrual Account, adalah merupakan jenis hutang
bebas bunga, seperti misalnya kebiasaan perusahaan membayar gaji karyawannya mingguan,
atau bulanan. Dengan demikian dalam neracanya akan tampak rekening upah sebagai
hutang gaji yang belum dibayarkan, Rekening ini akan meningkat secara otomatis
jika kegiaatan perusahaan juga meningkat. Sebelum waktu pembayar gaji tersebut,
perusahaan dapat menggunakan dana tersebut tanpa biaya bunga, dalam arti bahwa
perusahaan tidak perlu membayar bunga atas hutang gaji.
Hutang Dagang, adalah sumber pembiayaan jangka
pendek yang paling besar bagi perusahaan. Misalnya perusahaan seringkali dapat
membeli persediaan yang diperlukan secara kredit dari perusahaan lain, sebagai
contoh misalnya perusahaan melakukan pembelian setiap hari Rp 100.000,- dengan
syarat pembayaran net 30. Ini berarti bahwa perusahaan dapat membayar pada
setiap akhir bulan. Dengan demikian secara keseluruhan perusahaan akan memiliki
hutang dagang sebesar tiga puluh kali pembelian harian atau sebesar Rp
3.000.000,-
Hutang Bank, adalah sumber dana jangka pendek yang
biasanya dikeluarkan oleh bank-bank komersial. Biaya hutang jangka pendek ini
sangat bervariasi untuk berbagai peminjam pada suatu waktu tertentu. Secara
teoritis tingkat bunga akan cenderung tinggi bagi peminjam yang beresiko tinggi
dan sebaliknya relatif rendah untuk peminjam yang bonafide. Begitu juga tingkat
bunga pinjaman untuk jumlah yang kecil relatif lebih besar dibanding dengan
tingkat bunga pinjaman dengan jumlah yang besar karena biaya tetap yang
berkaitan dengan pemerosesan pinjaman ini adalah sama.
Commercial Paper, satu bentuk promissory note tanpa
jaminan yang dikeluarkan oleh perusahaan besar, profitable dan dijual kepada
perusahaan lain seperti asuransi, pensiun funds, money market mutual funds dan
kepada bank. Commercial paper ini biasanya dikeluarkan dalam satuan yang
relatif besar dengan dengan bunga yang lebih rendah dari pada prime rate.
Commercial paper ini biasanya jatuh tempo dalam waktu satu hingga sembilan
bulan. Di beberapa negara maju commercial paper mendapat penilaian atau ranking
dari rating agencies. Setiap lembaga penilai mendasarkan pada standar penilaian
yang berbeda, namun karena pada umumnya perusahaan yang menjual commercial
paper adalah perusahaan yang solid, maka penilaian biasanya dititikberatkan
pada aspek likuiditas.
Factoring yang sering diterjemahkan
dengan anjak piutang. Berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan No 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988,
yang dimaksud deangan perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang
melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta
pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi
perdagangan dalam atau luar negeri, di samping penatausahaan penjualan kredit
serta penagihan piutang perusahaan nasabah. Kegiatan factoring bias dilakukan
oleh perusahaan anjak piutang dan bank. Perusahaan anjak piutang harus mendapat
persetujuan Menteri keuangan dan berbentuk perseroan atau koperasi. Sedangkan
bank jika akan melakukan pembelian anjak piutang harus melaporkan aktivitasnya
kepada Menteri Keuangan.
2. Sumber Dana Jangka
Menengah
Sumber dana jangka menengah adalah merupakan sumber dana yang tertanam di
dalam perusahaan lebih dari 1 tahun dan kurang dari 10 tahun. Adapun jenis
sumber dana jangka menengah terdiri dari term loan, equipment loan, leasing,
modal ventura, dan lain-lain.
Term Loan adalah merupakan salah satu jenis
pembiayaan jangka menengah. Term loan ini biasanya disediakan oleh bank
komersial, perusahaan asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan pemerintah dan
supplier perlengkapan. Dipandang dari biaya modalnya, term loan ini memiliki
biaya yang lebih rendah dari pada modal saham ataupun obligasi. Hal ini
disebabkan karena jika perusahaan harus mengeluarkan saham atau obligasi, maka
harus membayar biaya emisi, pendaftaran dan biaya lain yang berkaitan pengeluaran
saham atau obligasi. Selain itu tidak semua perusahaan memenuhi persyaratan
untuk menjual saham dan obligasi. Dengan demikian untuk keperluan dana yang
tidak terlalu besar, penjualan saham dan obligasi ini biayanya terlalu besar.
Dibandingkan dengan hutang jangka pendek, term loan lebih baik karena tidak
segera jatuh tempo dan peminjam memberikan jaminan pembayaran secara periodik
yang mencakup bunga dan pokok pinjaman. Bagi kreditur jaminan atas pembayaran
secara periodic ini dapat diperjual belikan kepada pihak lain bisanya lembaga
pengumpul piutang. Dalam term loan biasanya perjanjian mensyaratkan bahwa pokok
pinjaman dan bunganya dibayar dengan jumlah yang sama secara periodic.
Equipment loan adalah pembiayaan yang
dipergunakan untuk pengadaan perlengkapan baru. Equipment loan biasanya
diberikan untuk perlengkapan yang dengan mudah diperjual belikan, bukan
perlengkapan yang terspesialisasi. Peminjam biasanya menanggung beban lebih
tinggi dari harga perlengkapan tersebut dan selisihnya antara antara harga
perlengkapan dengan beban total merupakan margin of safety bagi
kreditur. Besar kecilnya margin of safety berkisar antara dua
puluh hingga tiga puluh ersen dari perlengkapan.
Equipment loan ini biasanya diberikan oleh bank komercial, penjual perlengkapan,
perusahaan asuransi, dana pensiun dan lembaga pembiayaan lainnya. Ada dua
instrumen yang dapat dipergunakan untuk membiayaai equipment ini yaitu melalui
kontrak penjualan kondisional dan hipotek barang bergerak. Apabila perusahaan
menggunakan kontrak penjualan kondisional untuk membiayai pembelian
perlengkapan, penjual akan menahan sebagian sampai pembeli melunasi keseluruhan
pembayaran sesuai dengan kontrak. Jadi pada saat perlengkapan dikirim biasanya
penjual menerima down payment dan pembeli bersedia untuk melunasi secara
periodic. Pada saat pelunasan berakhir maka penjual akan menyerahkan
perlengkapan yang ditahan atau mungkin surat-surat perlengakapan tersebut.
Yang kedua adalah hipotik barang bergerak, hipotek ini lebih umum digunakan
oleh bank komersial. Hipotik ini sama halnya dengan pemberian gadai, di mana
pemberian pinjaman memiliki atau menguasai hak gadai atas suatu perlengkapan
dan peminjam akan melunasinya untuk jangka waktu tertentu. Apabila dikemudian
hari peminjam gagal untuk membayar kembali pinjamannya, maka pihak pemberi
pinjaman akan menjual perlengkapan yang ditahan tersebut.
Leasing, adalah suatu kontrak antara pemilik
aktiva yang disebut dengan lessor dan pihak lain yang
memanfaatkan aktiva tersebut yang disebut lessee untuk jangka
waktu tertentu. Salah satu manfaat leasing adalah lessee dapat
memanfaatkan aktiva tersebut tanpa harus memiliki aktiva tersebut. Sebagai
kompensasi manfaat yang dinikmati, maka lessee mempunyai
kewajiban membayar secara periodik sebagai sewa aktiva yang digunakan. Manfaat
lain adalah bahwa lessee tidak perlu menanggung biaya
perawatan, pajak dan asuransi.
Bentuk-bentuk leasing adalah :
1) sale and leaseback,
2) operating leases, dan
3) financial and capital leases.
3. Sumber Dana Jangka Panjang
Sumber dana jangka panjang adalah sumber dana yang
tertanam dalam perusahaan lebih dari 10 tahun. Terdapat berbagai jenis sumber
dana jangka panjang yang tersedia bagi perusahaan seperti misalnya long term
debt, saham preferen dan saham biasa. Utang jangka panjang ini dapat diperoleh
melalui pinjaman di bank atau dengan cara menjual obligasi. Obligasi dan saham
prefen merupakan sumber dana dengan memberikan pendapatan yang tetap kepada
pemiliknya, sementara saham biasa merupakan surat berharga dengan memberikan
penghasilan tidak tetap kepada pemegangnya.
Obligasi yaitu surat tanda hutang
yang dikeluarkan oleh perusahaan sejumlah tertentu dan akan jatuh tempo pada
waktu tertentu dan memberikan pendapatan sebesar bunga tertentu. Jatuh tempo
obligasi umumnya 10 sampai 30 tahun, tetapi ada juga obligasi yang jatuh tempo
7 sampai 10 tahun. Obligasi sebenarnya sama dengan hutang jangka panjang yang
diperoleh bank, hanya saja obligasi ini penjualannya dipublikasikan dan dijual
kepada investor langsung. Tingkat bunga obligasi biasanya tetap dan dibayarkan
satu tahun sekali atau dua kali dalam satu tahun.
Terdapat dua jenis obligasi yaitu :
a). mortagage bond adalah obligasi yang dijamin
sengan sekelompok asset
b). debenture bond yaitu
obligasi tanpa jaminan
KEPUTUSAN
KEUANGAN (FINANCING DECISION )
Investment Banking & Financial Restructuring
Mulai
tahun 1997 hingga tahun 1999 terjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan
di Indonesia. Krisis ekonomi ini telah mengakibatkan hancurnya
perusahaan-perusahaan besar yang selama ini menjadi tulang punggung penggerak
ekonomi Indonesia. Krisis tersebut dipicu oleh jatuhnya nilai tukar
rupiah hingga pada tingkat paling rendah mencapai Rp.14.000,- per dolar
Amerika. Akibtanya nilai perusahaan turun drasti, harga saham perusahaan
papan atas turun hingga tinggal 25%. Saham-saham di sektor perbankan
boleh dikatakan tidak ada lagi nilainya dan bahkan lebih mahal nilai kertas dan
ongkos cetaknya. Sementara itu utang valuta asing menjadi sangat besar
dilihat dari nilai rupiah yang jatuh tersebut.
Akibantnya banyak perusahaan yang tidak mampu lagi untuk mambayar hutang bahkan
untuk membayar beban bunga saja banyak perusahaan yang tidak mampu. Oleh karena
iu banyak perusahaan kemudian melakukan restruktrurasi atau reorganisasi.
Dua kata tersebut merngandung makna yang sama oleh sebab it digunakan secara
bergantian.
Restruktrurasi atau reorganisasi pada prinsipnya penataan ulang sendi-sendi
perusahaan. Restrukturisasi dapat dibedakan menjadi restrukturisasi
bisnis, keuangan, manajemen, dan organisasi.
a. Restrukturisasi bisnis
Restrukturisasi bisnis tidak lain merupakan penataan kembali rantai bisnis
dengan tujuan untuk meningkatkan keunggulan daya saing perusahaan.
Restrukturisasi bisnis dapat ditempuh melalui berbagai alternatif sebagai
berikut :
1. Regrouping dan Konsolidasi
Sebagai contohnya adalah BUMN
yang dikembangkan oleh Kantor Menteri Negara BUMN dengan menggabungkan BUMN
sejenis ke dalam satu kelompok. Tujuannya adalah untuk meningkatkan
efisiensi dan membuat agar BUMN menjadi lebih menarik. Dari skala usaha
maka pengelompokan itu akan membuat skala usahanya menjadi lebih besar,
sehingga dapat menarik minat investor asing. Meskipun penggabungan
tersebut memberi manfaat, tetapi tidak mudah dalam mengimpletasikannya karena
kendala utama dalam penggabungan adalah adanya perbedaan kultur dan mekanisme
kerja.
2. Joint Operation
Joint operation adalah dengan
cara mengundang manajemen yang sudah berpengalaman. Sebagai contoh joint
operation di Unit terminal Peti Kemas (UTPK) di Pelabuhan Indonesia II dengan
melibatkan operator asing.
3. Strategic Alliance
Strategic Alliance adalah
bentuk kerja sama antara dua perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan
kinerjanya. Aliansi strategi ini menjadi strategi yang tepat misalnya di
bidang promos, penelitian dan pengembangan dan pelatihan karyawan.
4. Pemecahan Bisnis
Pemecahan bisnis disini adalah
pemecahan bisnis ke dalam usaha atau yang dikenal dengan strategis business
unit agar lebih mandiri dan efisien. Pemecahan ini bertujuan agar
business unit menjadi lebih terukur kinerjanya.
5. Divestasi
Divestasi merupakan alternatif lain apabila perusahaan memandang tidak
dapat lagi mempertahankan operasinya. Divestasi ini dapat dilakukan
dengan menjual pemisahan unit usaha terlebih dahulu baru dijual atau spin-off
atau menghentikan operasi unit usaha yang tidak lagi prifitable.
6. Likuidasi Perusaha
Likuidasi perusahaan dapat ditempuh jika tidak
ada lagi alternatif yang feaseable untuk menolong perusahaan agar tetap dapat
bertahan hidup. Likuidasi ini dilakukan dengan menjual aset perusahaan
kepada pihak lain.
b. Restukturisasi
Keuangan
Selain
restrukturisasi bisnis dapat pula dilakukan restrukturisasi keuangan yaitu
penataan kembali struktur keuangan untuk meningkatkan kinerja keuangan
perusahaan. Restrukturisasi keuangan dapat dilakukan dengan beberapa
alternaif sebagai berikut :
1. Alternatif pertama
Alternatif pertama restrukturisasi keuangan adalah
dengan melakukan penjadwalan kembali pembayaran bungan dan pokok
pinjaman. Hal ini dapat dilakukan dengan menunda pembayaran bunga,
mengurangi pembayaran bunga ataupun penghapusan beban bunga. Melalui
alternatif ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk melanjutkan
operasinya dan diharapkan di kemudian hari dapat memenuhi kembali kewajibannya.
2. Alternatif Kedua
Alternatif kedua adalah dengan melakukan rescheduling atau penjadwalan
kembali pembayaran pokok pinjaman. Jika alternatif ini masih belum
membantu maka dapat saja dilakukan dengan melakukan pengurangan beban pokok
pinjaman hingga maksimum 70% dari pokok pinjaman.
3. Mengubah utang menjadi modal sendiri
4. Mengundang investor individu yang potensial
5. Penjualan saham kepada go public.
c. Restrukturisasi
Manajemen
Krisis ekonomi yang
meruntuhkan konglomerat di Indonesia, disinyalir oleh lemahnya pengelolaan dan
kualitas manajemen. Oleh karena itu menjadi sangat strategis untuk melakukan
restrukturisasi manajemen atau penataan manajemen yang dapat ditempuh melalui
berbagai alternatif sebagai berikut :
1. Business Process Reengineering
2. Delaying dan Right-sizing
3. Downscoping
d. Restrukturisasi
Organisasi
Penataan ulang organisasi
perusahaan dapat ditempuh baik dengan mengubah kembali struktur manajemen
termaksud dewan komisarisnya ataupun menyangkut status perusahaan.
Restrukturisasi organisasi dapat saja dilakukan dengan mengubah kembali
komposisi kepemilikan dan status badan hukum perusahaan. Pada umumnya
restrukturisasi organisasi ditempuh melalui konsolidasi internal, hal ini
dilakukan malalui penciutan jumlah cabang, kantor wilayah atau jaringan
distribusi.
Dalam reorganisasi keuangan faktor utama
yang harus diperhatikan adalah menyangkut penentuan nilai perusahaan. Hal
ini sangat penting terutama dalam rangka penjualan perusahaan, private
placement ataupun go public. Terdapat beberapa alternatif untuk menilai
perusahaan diantaranya adalah :
1. Price earing ratio method.
2. Discounted cashflows approach
Restrukturisasi keuangan dapat
ditempuh dengan menjual sebagian saham perusahaan sehingga perusahaan
memperoleh tambahan dana dari pemegang saham. Dengan tambahan dana
tersebut maka struktur modal menjadi lebih baik, dengan demikian tingkat
profitabilitas perusahaan dapat ditingkatkan. Namun perlu diingat bahwa
cara ini dalam jangka panjang tidak dibenarkan, karena apabila hasil penjualan
saham tersebut dipergunakan untuk melunasi sebagian hutang perusahaan maka
harga pasar saham justru menurun.
Reorganisasi ini dipandang masih lebih
baik karena menguntungkan pihak-pihak yang berkepentingan daripada harus
dilikuidasi. Cara yang ditempuh dalam reorganisasi ini adalah menentukan
nilai perusahaan setelah reorganisasi, menentukan struktur modal yang baru,
menentukan surat-surat berharga lama yang akan diganti dengan yang baru.
HEDGING DECISION
Menurut Madura
(2000:275) hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi sebuah
perusahaan dari exposure terhadap nilai tukar. Exposure terhadap fluktuasi
nilai tukat adalah sejauh mana sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh
fluktuasi
Menurut Shapiro (1999:144) hedging particular currency exposure means
estabilishing an offseting such whatever is lost or gained on the original
currency exposure is exactly offset by corresponding foreign exchange gain on
loss on the currency hedge.
Hedging dalam definisi di atas merupakan sebuah bagian dari currency exposure
yang berarti menentukan sebuah pengganti kerugian kurs mata uang, misalnya
kerugian atau keuntungan pada nilai asal currency exposure sebenarnya dapat
disamakan dengan keuntungan atau kerugian nilai tukar mata uang pada currency
hedge Menurut Eiteman (2003:171-174) hedge is the purchase of contract
(including foward foreign exchange) or tangible good that will rise in value
and offset a drop in value of another contract or tabgible good. Hedgers are
undertaken to reduce risk by protecting an owner from loss.
Hedge merupakan pembelian suatu kontrak (termasuk foward exchange) atau barang
nyata yang nilainya akan meningkat dan kerugian dari jatuhnya nilai tersebut
dari kontrak lain atau barang nyata. Pelaku Hedging berusaha melindungi pemilik
dari kerugian.
Teknik-Teknik Hedging Jangka Pendek
Teknik-teknik yang biasanya dapat digunakan dalam menghedge sebagian atau
seluruh transaksinya dalam jangka pendek, dijelaskan oleh Madura (2000:322-333)
antara lain:
1. Hedging memakai kontrak future
Kontrak futures adalah kontrak yang menetapkan penukaran suatu valuta dalam
volume tertentu pada tanggal penyelesaian tertentu.
2. Hedging memakai kontrak foward
Suatu kontrak antara nasabah dan bank untuk melakukan sejumlah penjualan atau
pembelian valuta terhadap valuta lainnya dimasa yang akan datang dengan rate
yang telah ditentukan pada saat kontrak dibuat.
Keuntungan foward antara lain :
a) Menghindari dan memperkecil resiko kurs
b) Dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan nasabah Tujuan dari foward adalah :
a) Foward kontrak digunakan untuk mengkover resiko exchange rate untuk
pembelian/penjualan valuta di masa mendatang
b) Jika ada suatu transaksi bisnis, foward kontrak dapat menghilangkan currency
exposure karena kurs valuta untuk masa yang akan datang telah ditetapkan.
c) Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti
d) Untuk tujuan spekulasi
3. Hedging
memakai instrumen pasar uang.
Hedging
memakai instrumen pasar uang melibatkan pengambilan suatu posisi dalam pasar
uang untuk melindungi posisi hutang atau piutang di masa depan.
4. Hedging
memakai opsi (option) valuta
Opsi
menyediakan hak untuk membeli atau menjual suatu valuta tertentu dengan harga
tertentu selama periode waktu tertentu. Tujuan dari option ini untuk hedging.
Teknik-Teknik
Hedging Jangka Panjang
Menurut
Madura (2000:342-345) Ada 3 teknik yang sering dipakai untuk meng-hedge
exposure jangka panjang yaitu :
a) Kontrak
foward jangka panjang (Long foward)
Long Foward
adalah kontrak foward jangka panjang. Sama seperti kontrak foward jangka
pendek, dapat dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan khusus dari
perusahaan. Long foward sangat menarik bagi perusahaan yang telah
menandatangani kontrak ekspor atau impor bernilai tetap jangka panjang dan
melindungi arus kas mereka jangka panjang.
b) Currency
Swap
Currency
Swap adalah kesempatan untuk mempertukarkan satu valuta dengan valuta lain pada
kurs dan tanggal tertentu dengan menggunakan bank sebagai perantara antara dua
belah pihak yang ingin melakukan currency Swap.
Tujuan dari swap antara lain:
1. Mengkover
resiko exchange rate untuk pembelian/penjualan valuta
2. Transaksi
swap akan menghilangkan currency exposure karena pertukaran kurs pada masa yang
akan datang telah ditetapkan.
3. Perhitungan
kalkulasi biaya yang pasti
4. Untuk
tujuan spekulasi
5. Strategi
gapping
Keuntungan
swap :
1.
Menghindari resiko pertukaran uang
2. Tidak
menganggu pos-pos di balance sheet
c) Parallel
Loan
Parallel
Loan adalah kredit yang melibatkan pertukaran valuta antara dua pihak, dengan
kesepakatan untuk menukarkan kembali valuta-valuta tersebut pada kurs dan
tanggal tertentu di masa depan. Parallel Loan bisa diidentikan dengan dua swap
yang digabungkan menjadi satu, satu swap terjadi pada permulaan kontrak parallel
loan dan satunya lagi pada tanggal tertentu di masa depan.
EARNING DECISION
Jika suatu perusahaan multi nasional
mempunyai anak perusahaan di beberapa negara yang berbeda, maka anak perusahaan
tersebut diharuskan melaporkan pendapatan yang diperohleh dengan mata uang yang
sama dengan yang dipergunakan induk perusahaannya.